Kolom  

Padusi, Koperasi, Pandemi, dan Neoliberalisasi

Oleh: Virtuous Setyaka
(Dosen HI Unand & Ketua Koperasi Mandiri dan Merdeka)

Padusi adalah kata dalam Bahasa Minangkabau yang berarti perempuan. Sudah menjadi pengetahuan dan pemahaman umum bahwa perempuan sesungguhnya menjadi pihak yang paling sering mengalami kondisi tidak baik dalam situasi keseharian.

Situasi yang tidak selalu berlaku alami, namun dikondisikan melalui sistem sosial oleh struktur kekuasaan yang ada. Oleh sebab itu, menjadi penting mengapa selalu ada mekanisme advokasi bagi perempuan dalam tatanan adat yang tradisional maupun tatatan baru yang modern.

Koperasi adalah sebuah entitas sosial, ekonomi, budaya, dan politik yang diciptakan sebagai sebuah rekayasa sosial untuk mengadvokasi kehidupan masyarakat secara umum, termasuk khususnya para perempuan, dalam berbagai sektor atau bidang kehidupan. Sebuah jaring pengaman sosial untuk menghadapi diantaranya dua bencana atau katastropi yang ada dalam kehidupan manusia: pandemi dan neoliberalisasi.

Pandemi, seperti Covid 19, apakah sesuatu yang alamiah atau ilmiah? Dalam arti, apakah itu fenomena alam yang begitu saja terjadi, atau juga fenomena sosial yang konstruksional, alias diciptakan manusia atau ada karena keterlibatan manusia yang dominan dalam kejadiannya?

Mungkin belum ada jawaban atau kesimpulan yang lebih pasti, namun penting untuk memahami bahwa setiap situasi dan kondisi yang terjadi dalam keseharian hidup manusia, harus diukur dan dinilai peran atau keterlibatan manusia sendiri dalam setiap peristiwa.

Neoliberalisasi adalah sebuah proses mengkondisikan situasi yang mendukung pemikiran neoliberal. Pemikiran yang lebih baru dari liberalisme, sebuah pemikiran yang memposisikan kebebasan adalah yang utama bagi setiap dan semua manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Kebebasan yang puncak, termasuk melepaskan diri setiap orang dari semua ikatan sosial, sehingga para penganutnya memandang tidak ada yang sosial dalam kehidupan manusia. Seperti seorang pemimpin nasional perempuan di Inggris bernama Margareth Thatcher pada dekade 1970an yang tidak percaya dengan masyarakat, manusia hidup hanya dengan yang personal dan individual.

Kehidupan sehari-hari menjadi sangat kompetitif, dan menganggap hidup yang baik, jika harus…
(bersambung)