Mengenal Ragam Tipe Terimanal Bus Pilliang Dobok

 

 

Batusangkar – Sabtu, (26/3). Bus AKAP ( antar Provinsi ) dan bus AKDP (angkutan kota dalam provinsi) Terminal Pilliang beroperasi dari pukul 07.00 – 16.00. Dani Kurniawan selaku pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Datar, mengatakan bahwa penyebab dari sepinya terminal Piliang ini adalah karena perkembangan zaman yang begitu pesat, salah satunya yaitu setiap orang hampir memiliki kendaraan pribadi seperti motor dan mobil.

Sehingga setiap orang lebih mudah untuk bepergian tanpa harus mencari angkutan umum. Tidak hanya itu Terminal sepi penumpang juga disebabkan oleh adanya pandemi yang mengharuskan tes negatif Covid-19 kini menjadi syarat perjalanan jarak jauh antar Provinsi di Indonesia.

Terminal Piliang memiliki tiga tipe, yaitu tipe A yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan, tipe B dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi dan tipe C dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten dan Kota. Sistem kendaraan yang masuk ke terminal C itu yang boleh masuk kedalam terminal yaitu angkot dan AngDes (angkutan desa), terminal tipe B yang masuk itu khusus bus AKDP dan untuk terminal tipe A itu untuk bus AKAP.

Terminal Piliang termasuk tipe B, dan untuk bus AKAP itu berangkat dari terminal tipe A. Untuk terminal tipe A di Sumatera barat berada di Bukittinggi dan Solok. Untuk bus yang pulang dari luar Provinsi misalnya Jakarta tidak singgah ke terminal Piliang karena terminal Piliang hanya khusus untuk keberangkatan saja.

Terminal Piliang dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi. Dan setiap harinya ada pergantian piket, dan untuk perharinya jumlah orang yang piket sebanyak 7 orang dan ada tenaga honorer sebanyak 4 orang.

Dani selaku pegawai yang mengawasi keluar masuknya angkutan menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat meningkatkan fasilitas seperti taman digital, penyediaan Wi-Fi bagi pengunjung dan memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk mendirikan angkringan di terminal Piliang.

“Kendala terminal sepi dikarenakan bus yang tidak masuk serta kelangkaan minyak solar saat ini menjadi salah satu kendala bus untuk berangkat, sehingga penumpang tidak bisa diprediksi kapan ramainya. Dampak perusahaan yang begitu jauh merosot, meski begitu ongkos untuk penumpang umum tidak ada peningkatan”, ujar Syafruddin.

(Aziz wirawan Najar,M.Reihan ,M.qadhafi Al harist